Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Jumat, 07 Maret 2014

Ibu..




ketika sang anak masih diumur beranjak dewasa..
yang setiap harinya hanya bisa meminta dan memaksakan kehendak kepada orang tua..
mengeduakan keluarga..
selalu ingin diluar rumah dan jarang sekali bercengkrama dengan orang tua..
suatu ketika..
ketika pamit kepada ibu..
untuk main keluar dan meminta uang kepadanya dan menjudge masakan sang ibu yang tadi pagi yang ibunya masak dan dihidangkan..

sang ibu menghentikan langkah sang anak dengan memegang tangannya erat"..
dan dia berkata..
"Nak..
Kamu mau kemana sih?
Main mulu nh..
Emang engga sayang sama mamah?
mamah sendirian dirumah kamu malah main.. jalan dari pagi pulangnya malam..
kapan ada waktu buat mamah?
kapan kamu mau nemenin mamah membicarakan tentang kamu sekarang..
tentang sekolah kamu..
tentang yang terjadi sehari"..
kapan?
kaya waktu kamu sekolah dasar dulu loh..

waktu itu kamu setiap pulang sekolah pasti langsung cari mamah..
salim sama mamah peluk mamah dan cerita bahwa ada yang kasarin kamu di sekolah..
dan kamu nangis terengah" di pangkuan mamah..
kapan kamu akan seperti itu lagi?
kapan kamu ada waktu buat mamah nak?
liat nh mamah.. mamah udah sakit-sakitan gini..
papah kamu masih 6 bulan lagi di luar kota..
dan papah kamu pun sudah tua dan sakit-sa..
*belum selesai berbicara sang anak pun memotong pembicaraan sang ibu*
ah udahlah mah! aku sumpek dirumah! bosen!
aku mau main sama temen" aku ..
udah pada nungguin aku tuh di tongkrongan..
udah mana bagi duit sini..
lagian sh mamah cari kesibukan aja sendiri..
banyakin lagi arisan tuh atau pengajian" engga jelas yang berisik tiap pagi!
lalu sang anak pun pergi..
dan sang ibupun menangis dan memanggil" nama anak itu..

hari-hari pun terus berjalan seperti biasanya..
ketika sang anak sudah mulai beranjak dewasa dan sudah kerja di suatu perusahaan swasta..
dan sang ibu pun semakin tua dan semakin renta..
apalagi di usia nya sekarang semakin banyak penyakit yang iya derita..

lalu suatu hari ketika sang ibu mengajak anaknya untuk menemani dan memohon untuk diantarkan ke sebuah pasar swalayan untuk membeli sesuatu..
sang anak pun menolak dengan alasan dia sudah ada acara dengan si shinta (pacar si anak tersebut) yang sudah menunggu di sebuah cafe...

sang anak *aku udah ada janji mah sama shinta di cafe. lagian ada si mamang..(supir keluarga) minta supirin aja sama dia..
sang Ibu *ohh yaudah iya deh mamah sendiri aja..
hati" kamu ya di jalan..
jangan ngebut"..
jangan lupa baca doa sebelum jalan.."
sang anak *Iya.. Bawel banget!

lalu pergi lah sang anak dengan pakaian rapih dan mengendarai mobil pribadi nya...

sepulangnya sang ibu dari pasar swalayan tersebut..
sang ibu duduk di bangku ruang tengah di samping jendela..
sang ibu tersendak" dan batuk" sambil memegang dadanya sang ibu pun berlari kekamar dan mengambil obat yang ada di kamarnya itu..

sang ibu di diagnosa menderita penyakit yang menyerang paru" nya dan terinfeksi Tbc aktif..
lalu..
setelah sekian lama sang ibu berusaha melawan penyakit itu..
penyakit yang sudah merambat ke bagian tubuh yang lain..
dan..
ibunya pun..
meninggal dunia..

sang ibu disemayamkan di rumah duka..
seorang sanak keluarga sudah mencoba berulang" kali untuk menghubungi si anak tersebut tapi selalu di riject..
lalu sang anak mengirim sms ke sanak keluarga tersebut..
*lagi meeting! berisik!*
lalu seorang sanak tersebut membalas pesan singkat terebut.
Ibu kamu meninggal! buruan pulang! Dasar anak durhaka!
sang anak pun terdiam.. terdiam cukup lama..
dan langsung bergegas untuk pulang kerumah untuk memastikan apa itu benar?
perlahan anak itu terdiam..
terdiam cukup lama..
tetesan air mata yang mengalir di dalam mobil..
di dalam perjalanan menuju rumahnya..
teringat..
kenangan" dahulu kala yang sedang tersirat dalam pikiran sang anak tersebut..
kesalahan" yang anak itu lakukan kepada ibunya..

lalu sang anak tersebut menangis sangat kencang dan berteriak" didalam mobil pribadinya..
"Aku Anak Durhakaa!!"
..........
Tetesan air mata yang jatuh bersamaan dengan penyesalan..

lalu sang anak pun sampai di persimpangan rumahnya..
dengan bendera kuning yang terikat pada tiang listrik di sebelah jalan..
sang anak tak berhenti" nya menangis..
dan memukul" stir mobil tiada henti"nya..

lalu sampai lah sang anak di rumahnya..
terlihat keadaan rumah yang sudah sepi..
sudah tertata rapih bangku" plastik di pinggir rumah..
dan bendera" kuning yang berserekan di jalan..
dan papan belasungkawa yang tertata rapih di samping rumah..
lalu si mamang menghampiri sang anak tersebut..
"nyonya sudah di kubur den.. baru aja jalan.. di kuburkan di tpu yang sama tempat kakek kamu di kuburkan"
*ohyaudah iya makasih mang..

lalu bergegas sang anak menuju Tempat pemakaman umum sang ibu..
setelah sesampainya di pemakaman..
terlihat banyak sekali orang yang mengantarkan ibunya ke pemakaman..
begitu ramai sampai tidak terlihat dimana ibunya dikuburkan..
sang anak berlari dan menangis..

mah..
mamah...
mamah dimana?
mah ini aku mah..
sambil berlari dan menangis..
lalu sesampai nya di depan kuburan sang ibu..
sang ibu sudah didalam liang lahat..
dengan beralaskan tanah..
dihiasi dengan bunga dengan cantiknya..
dan sang anak itu pun menangis..
berteriak..
mah..
mamah..
mah aku disini..
mah maapin aku mah..
aku mau kok temenin mamah kemana aja..
asalkan mamah bangun sekarang dan peluk aku..
mah..
mamah..

kuburan ibunya pun sudah di penuhi tanah dan sudah dipasangkan batu nisan..
sang anak sempat pingsan dan di bawa ke kantor tempat pemakaman umum tersebut..
setelah sadar..
sang anak langsung berteriak nama ibu nya..
dan bergegas menghampiri kuburan ibu nya dan membawa bunga sambil menangis terengah"..
dengan menaburkan bunga di atas kuburan ibunya..
sang anak hanya bisa mengelus tanah kuburan itu dan memegang batu nisan kuburan ibunya itu..
lalu terlontarkan kata" penyesalan dari sang anak tersebut..
kata-kata maaf..
kata" penghakiman pada dirinya sendiri..
melihat apa yang sudah di lakukan dahulu..
selalu menolak ajakan ajakan ibunya untuk menemaninya..
untuk mengantarnya kesuatu tempat..
untuk duduk bersamanya..
dan sekarang ajakan itu pun sangat berarti..
entah harus berbuat apa sang anak sekarang..
terlalu berat penyesalan yang iya rasakan sekarang..
menyesal dan sangat menyesal..
lalu..
dia berikrar kepada sanak keluarga dan kantor tempat pemakaman umum itu..
*Saya Mau dikuburkan di sebelah ibu saya nanti!
saya mau membalas apa yang telah saya lakukan dahulu..
yang telah menghiraukan dia dan mengacuhkan dia..
saya mohon tanah yang ada di sebelah ibu saya ini untuk tidak di tempati orang lain selain saya!
berapapun yang anda minta saya akan berikan!
sang anak berteriak dan menangis..

sanak keluarga pun satu persatu meninggalkan area pemakaman dan kembali kerumah duka..
dan sang anak masih tetap di tempat pemakaman dan tetap bersanding di samping kuburan ibunya..
menaburkan bunga.. Memeluk tanah yang telah mengubur ibunya itu..
bahkan didalam benak anaknya itu untuk mati hari ini dan segera bertemu ibunya di akhirat untuk bertemu memeluk dan memohon maaf kepada ibunya..
lalu dia akan berikrar kepada dirinya sendiri akan menjaga keharmonisan kepada ibunya walaupun dia sudah meninggal..
akan selalu mendoakan ibunya di dalam setiap sholatnya..
dan akan bersanding di sebelah kuburan ibunya ketika dia mati kelak..
walaupun sang anak tau itu percuma..
karena tidak akan membayar apa yang ia lakukan dahulu terhadap ibunya..

ibuku hanya mencoba harmonis kepada saya..
hanya mencoba untuk mesra kepada saya yaitu anaknya..
saya menolak itu..
saya malah lebih dekat dengan wanita lain yang ternyata hanya mementingkan harta saya saja..
saya berdosa..

Semakin tua..
orang tua itu akan semakin tinggi sifat keanak"nya..
apalagi seorang wanita.. seorang ibu..
dia ingin anaknya seperti waktu kecil dulu..
dia selalu ingin bersama sama anak nya seperti waktu dulu..
dia ingin bermesraan dengan anaknya sendiri..

Ibu...