Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Rabu, 05 Maret 2014

Keheningan dan Kebahagiaan..

ditengah malam yang terang dengan bintang dan bulan yang menerangi bumi..
yang seakan" berlomba-lomba ingin menerangi planet ini..
cuaca sejuk yang mengelilingi tubuh dan menusuk jantung yang berdegup secara pelan ini..
nafas yang keluar dari dalam tubuh bersama damai nya asap rokok yang mewakilkan perasaan..
dengan diiringi harmonisasi nada lagu dari hansfree yang terpasang di sebelah kanan telinga..
dan cahaya lampu jalan yang redup dan duduk di samping jalan..
dengan dihiasi jam jalanan yang terletak di sudut jalan yang menunjukan pukul 24.05 Wib..
ditemani bapak" pedagang asongan rokok dan minuman dingin..

bercengkrama dan menikmati malam indah ini..
berbicara dan mengamati..
Tergambarkan di raut muka bapak itu..
muka yang penuh dengan keringat dan kumis tebalnya..
tergambarkan muka rindu yang sangat dalam diraut muka nya ..
rindu akan keluarganya..
rindu akan belaian seseorang yang menunggunya di suatu kampung yang jauh disana..
muka rindu dan kesedihan yang sangat dalam..
entah kapan dia akan pulang ke kampung halaman dan memeluk erat sang istri dan anak yang sudah iya miliki.. dan memberi penghasilan yang selama ini iya dapat..

tapi terlihat..
bapak itu hebat..
bapak itu bisa memberikan pengalihan pada dirinya..
agar rasa rindu dan sedihnya segera hilang dan mendapatkan uang..
dengan senyuman dan sapaan ramahnya membuat semua kesedihan dan kemurungan dimukanya terasa hilang dan mengubah menjadi kebahagian sementara...

Dan Disini...
ditaman dengan cahaya redup di sebrang jalan..
dapat terlihat jelas manusia manusia yang sedang bahagia bersama pasangan'a yang sedang bercanda / sekedar bergandengan tangan.. atau sekedar pangku"an.. duhh yang di pangku :(
manusia manusia yang sedang bermain dengan kebahagian dan kemunafikan hidup ini..
terdiam dan menatap..
berfikir dan merenung..
bagaimana ini bisa terjadi..?
disini hanya terdiam dan terpaku melihat mereka..
melihat dan merenung..
bukan kah ini sudah jalan takdirnya?
mengapa harus memirkan dan meratapinya ?
kenapa ?
bukan kah semua ditakdirkan berpasang"an ?
tapi kenapa seperti ini ?
seperti manusia yang tak tau arah dan memiliki Rasa Iri yang besar..
Merasa dititik yang paling.. paling jatuhh.. paling jenuhh..
dimana semangat tidak ada..
senyuman..
kebahagiaan...

tapi..
setelah berpikir dan berkata kepada diri sendiri..
lihatlah..
lihat bapak bapak itu..
dia yang jauh akan keluarganya..
dia yang jauh dari pasangannya..
dia yang jauh dari orang yang dia sayang..
dia bisa?
kenapa tidak seperti dia?
dia bisa menahan rasa kangennya..
dia bisa terus bersyukur kepada tuhan akan apa yang di takdirkan olehnya ?
dia bisa bertahan melihat pasang"an yang bermesraan di depannya selama bertahun"?
dia bisa?
why you didn't?
kenapa tidak melakukan seperti dia?
kenapa..

lalu...
menyapa lah bapak bapak itu untuk pamit pulang kerumah duluan dan menagih rokok yang tadi dihisap... (utang dulu pak :(  )
pulanglah bapak itu dengan senyum yang masih tergambar di wajahnya dan tentu dengan uang yang ada di sakunya..

masih disini duduk sendiri..
termenung..
dengan sisa rokok yang masih tersisa setengah bungkus..
berpikir..
mengapa bapak itu terlihat bahagia sekali?
dia bisa bertahan dengan prinsip dan takdir..
dia terlihat tidak perduli akan apa yang ada di depan matanya..
dia bisa bertahan..
merenung dan terdiam..
terlihat jam di samping jalan sudah menunjukan pukul 24.50..
dan lalu berniat untuk pulang dan bersiap untuk melanjutkan hidup di esok hari..
#end

Belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan..
belajar...
bangkit dari apa yang sudah dipikirkan dan di prinsipkan
berjuang mempertahankan prinsip dan takdir
bertahan dan bertahan..
bersabar dan bersabar..

Keheningan..
Kebahagiaan..
Kebahagiaan bisa berada di keheningan..
Keheningan bisa memunculkan kebahagiaan..
Keheningan dan Kebahagiaan..