Untuk beberapa kasus yang sudah terlewati.
Ya "terlewati".
Walaupun sudah lalu, semua itu membawa tanya.
Bahkan sudah aku ketahui jawabannya.
Namun, tanya tetap bertanya.
Seraya.. tidak percaya akan jawab itu.
Sebenarnya, apa arti kata itu? "Selamat tinggal"
....
Kepiluan menyelimuti kata di kutip, dengan amat sangat.
Pilu yang terus meminta di dekap,
di'elus,sayang.
ia, enggan lepas.
Bahkan kenyataan dan keadaan sudah menarik dengan keras.
Amat keras.
Hingga memar pundak'nya.
Hingga air mata'nya terjatuh.
Poor you "pilu".
Mengapa? "Ah tanda tanya kembali.."
Pilu,Kau enggan menghilang menyelimuti kata itu?
Bukankah, mereka sudah berteriak?
Kenyataan dan Keadaan.
Keras ku dengar.
Bahkan telinga ini pun ikut berdengung.
Mengapa?
Ya, sebenarnya aku mengerti.
Mengapa kau "pilu" selalu mengikuti kata itu.
Kau tidak tahu, bagaimana harus menjelaskannya.
Begitu pun aku.
Bagaimana tidak?
Kau "pilu" memang amat dekat dengan tanya,dengan bimbang,dengan pedih.
Aku tau kau, tidak perduli orang lain nyatakan mereka yang paling mengenal kau.
Tidak, aku yang paling mengenalmu.
Aku, ada di sekitar mu.
Ya, selamat tinggal.
Tidak, konteks ini amat pilu.
Namun, keadaan begitu amat keras menampar, dengan muka bengis nya.
Habis.. memar wajahku.
Garis tangan.. ya..
itu, wajah lain dari kenyataan dan keadaan.
kejam, bilamana mengambil konteks liberal dan dunia'wi.
Namun, tak pelak, dibalik sisi hitam ada sisi putih. negatif dan positif.
Apa yang mau di katakkan sisi baik?
Semua membawa berkah.
Semua membawa kebaik'an.
Semua membawa pelajaran.
Itu, yang di teriaki oleh sisi baik.
Keras,amat keras.
Namun. Pilu mendekap telinga.
Dengan keras,hingga memerah.
"Jangan kau dengarkan, nyatanya ada tanya dan cemas yang ada di hati mu.
dengarkan aku saja!"
Pilu, mengambil alih.
Ya,Selamat tinggal.
Menyepakati kesepakatan.
Walau, sebagian tidak sepakat.
Untuk menyepakatinya.
Apa artinya?
.......
Segala distorsi ini cukup menganggu.
Hingga, acap kali "ia" datang didalam delusi, bahkan di dalam lelap nya tidur.
ia datang.
Membawa senyum yang terikat tanya.
Membawa tanya yang terikat rindu.
"Poor you..."
Bersembunyi di balik kesepakatan.
Bercumbu dengan segala harap yang ada.
Berharap dengan segala ketentuan yang tercipta.
Kalut.
Tak terbendung, mengalahkan tiap-tiap konsekuensi.
Mengalahkan, tiap-tiap konsistensi.
Poor you...
Fool you..
Kata-kata kebodohan terus menunjuk ketika bercermin.
Makhluk di balik cermin.
Terus membodohi.
Dengan wajah bengis menyimpan tawa.
Ya, selamat tinggal.
Harap tersisa, kepada Yang Maha Mencipta semua rasa.
Yang Mencipta semua garis tangan.
...
Glad you, always in hapiness.
.......