diri, adalah yang telah Tercipta.
dengan segala bentuknya.
dari mulai ujung rambut, hingga telapak kaki.
yang berisikan, dari otak hingga syarafnya.
dari segala kurang hingga lebih.
batas.
batas, adalah akhir dari upaya.
batas, adalah akhir dari tenaga dan kekuatan.
segala bentuk pedoman,
terlebih yang berisikan petunjuk dari yang Maha Mencipta.
banyak di tuliskan, tentang perlawanan, tentang mengalah atau kesabaran.
melawan, tiap-tiap keburukan.
mengalah, di tiap-tiap kenyataan.
bersabar, di tiap-tiap hal yang ada.
batas, pada tiap diri berbeda.
namun sungguh klise, bila menarik lurus, garis tangan yang telah tercipta.
batas, bisa apa kau?
pada tiap kenyataan yang ada.
bisa apa?
kau ambil sebotol minuman keras, dan menuangkan dengan garang
di iringi tawa yang bertanya
setelah di teguk, tanya terus bertanya
"UNTUK APA SEMUA INI?"
bisa apa kau?
kau ambil sebilah pisau,
kau tusuk dalam-dalam di ujung nadi yang ada di tangan.
berdarah, bernafas terengah.
lalu tersenyum, dan bertanya.
"INI AKHIR ATAU AWAL?"
batas.
tersisa hanya jurang,
dari daratan yang luas, aku berada di batas.
lompat? atau kembali?
jawab bangsat!
....
batas.
tak ada lagi tempat berpijak di depan sini.
hanya ruang kosong, dan angin yang berhembus cepat, melewati tiap-tiap lekuk tubuh.
apa yang akan kau pijaki?
ini tidak ada apa-apa bodoh!
kemana aku harus melangkah??
tidak ada habisnya mengumpat pada cermin.
kemana?
aku kembali atau aku pijakan kaki ini?
jawab bodoh!
batas.
sampai disini.
berakhir disini.
tidak ada jalan lagi.
harus bagaimana ini?
kata-kata keterpurukan, menghiasi tiap-tiap batas.
batas.
tak mempungkiri kenyataan.
tak ada kemampuan melawan.
terpuruk di ujung jurang.
tangis tak terdengar.
bahkan, teriakan pun tak bersuara.
1 - 10.
kau adalah 0.
ketiadaan.
batas.
diujung daratan.
menunggu,
seseorang, atau buat jalan sendiri untuk dipijaki.
menunggu,
ditiap batas, "tidak bisa" "ini akhir" "hanya gelap, tidak ada jalan keluar"
kata-kata dikutip terus berulang.
berkumpul didalam kepala,
kau bodoh, pecundang, bodoh, pecundang.
berulang, mengulang, berulang, mengulang.
kau teguk lagi minuman itu,
kau sayat lagi tangan mu.
batas,
tanpa daya,
batas,
tanpa kekuatan.
tak ada jalan keluar.
batas.
pecundang!
"
Yang dijelaskan (Fuşşilat):49 - Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
"