Bersamaan dengan pilu,
ia datang dengan senyumnya.
Menawarkan pelukkan,
Dekap, hingga di sekap.
ia datang dengan senyumnya.
Menawarkan pelukkan,
Dekap, hingga di sekap.
Rindu, datang.
Di sela-sela kosong nya hari.
Rindu, datang.
Layu dalam kebiruan rindu.
Aih, dingin merasuk bagai cambuk.
Yang menusuk di tiap-tiap rusuk.
Aih, dingin merasuk bagai cambuk.
Yang menusuk di tiap-tiap rusuk.
Delusi, yang menggambarkan memegang tangan itu.
Delusi-delusi yang seiring mengambil alih.
Berbagai waktu ia wakili diri untuk mengisi ditiap hari.
Menghabiskan di tiap detik, hingga ratusan menit.
Paradoks nya delusi, yang mengambil jiwa yang kian hilang, bertanya.
Berbagai waktu ia wakili diri untuk mengisi ditiap hari.
Menghabiskan di tiap detik, hingga ratusan menit.
Paradoks nya delusi, yang mengambil jiwa yang kian hilang, bertanya.
Ah, iya. Rindu yang menjadi topik utama.
Terlepas itu, untaian diatas berantai memiliki arti.
Arti yang hanya akan di mengerti dengan arti. ?.
Terlepas itu, untaian diatas berantai memiliki arti.
Arti yang hanya akan di mengerti dengan arti. ?.
Bahkan, Rindu yang kau benci, akan hadir dengan sosok siswa riang dengan rambut klimis'nya, berdasi rapih dan bertopi merah.
Memasang muka setengah riang setengah pilu.
Duduk di barisan paling depan.
Dengan mengacungkan tangan'nya tinggi-tinggi. Dengan suara lantang.
Aku datang!!
Memasang muka setengah riang setengah pilu.
Duduk di barisan paling depan.
Dengan mengacungkan tangan'nya tinggi-tinggi. Dengan suara lantang.
Aku datang!!
Rindu, hanyalah masalah ego.
Jika saja ego tidak tercipta, rindu hanyalah kata yang hanya akan menjadi kisah.
Apa itu rindu? Apa? Hahahah.
Jika saja ego tidak tercipta, rindu hanyalah kata yang hanya akan menjadi kisah.
Apa itu rindu? Apa? Hahahah.
Rindu,
memiliki 2 pilihan.
Di isi kata atau titik.
Bertemu atau hanya akan di isi titik-titik.
Bertemu rindu yang dirindukan, tanpa ego dengan diri.
Atau di isi tanya, yang hanya akan berakhir di tanya, ataupun jawaban. .....
Di isi kata atau titik.
Bertemu atau hanya akan di isi titik-titik.
Bertemu rindu yang dirindukan, tanpa ego dengan diri.
Atau di isi tanya, yang hanya akan berakhir di tanya, ataupun jawaban. .....
Rindu.
Seiring bergeser nya waktu, berjalan nya hari. Atau, berganti nya tahun.
Rindu, memiliki tempat.
Tempat, di tiap-tiap ilusi.
Seiring bergeser nya waktu, berjalan nya hari. Atau, berganti nya tahun.
Rindu, memiliki tempat.
Tempat, di tiap-tiap ilusi.
Duduk bersamanya, berbicara nanti dan esok.
Bercengkrama dalam hangat.
Hangatnya, perbincangan kita dahulu.
Riangnya percakapan kita waktu itu.
Delusi, membuat kembali itu semua.
Berputar, di tiap-tiap hela'an nafas ketika pilu.
Rindu itu kejam.
ia, menghilangkan semua kelam, semua kenyataan.
ia, tak peduli, seberapa pahitnya kala itu.
ia, terlihat bahagia, ketika larut dalam itu semua.
Kejam.
Tapi, terlepas ini semua.
Rindu nyatanya mencoba menjadi guru.
Menggurui tiap-tiap kenyataan dan keadaan.
"Ini engkau dahulu, ini yang dahulu kau lalui.
Dia, yang dulu ada di otak mu."
Review,release,repeat,rewind,re.
Baik nyatanya, namun pilu.
Ya.. nikmati saja rindu mu.
Peluk jangan lepas. Dekap hingga mati, hingga hilang.
....