Jika post ini terpublikasi berarti gue udah lulus dari universitas tempat gue kuliah.
Yang untuk sebagian orang ini adalah pencapaian.
Yang untuk sebagian orang ini adalah pencapaian.
Menurut gue ini permasalahan.
ketika gue liat orang tua sudah tersenyum bahagia,
yang menurut gue di dalam hatinya ada harapan.
Untuk menjadi manusia yang sebenar"nya dan "berhasil".
Gue engga akan bermunafik.
Gue engga akan bermunafik.
Orang tua gue pengen gue sukses.
Orang tua gue masih jadi manusia. Standar, kepengen liat anaknya sukses.
Nah. Disitu permasalahan menurut gue.
Kemana? Ngapain?
Dan ketika gue nulis ini juga merasa jadi orang bego.
Kerjain! Cari! Jangan nanya mulu!
Ya abis gimana, bete.
Kemana? Ngapain?
Dan ketika gue nulis ini juga merasa jadi orang bego.
Kerjain! Cari! Jangan nanya mulu!
Ya abis gimana, bete.
kuliah.
Melangkah keluar dari tempat dimana menjadi alasan kenapa bokap gue kerja lebih keras dan berfikir bagaimana nanti?.
Melangkah keluar dari tempat dimana menjadi alasan kenapa nyokap gue bertanya tentang hidup lebih lantang.
Melangkah keluar dari tempat dimana menjadi alasan kenapa nyokap gue bertanya tentang hidup lebih lantang.
Melangkah keluar dari tempat dimana menjadi alasan kenapa gue?
kuliah.
"Ah baru diploma!"
Orang lain berteriak dengan lantang.
Orang tua emang ga mampu s1?
Ga nanggung?
Orang tua emang ga mampu s1?
Ga nanggung?
Bahkan perspektif untuk saat ini sudah mencapai batasnya, kejamnya kota.
Sebetapa teganya manusia mengucilkan di hayalak ramai.
Sebetapa teganya manusia mencibiri manusia lain yang dimana sama" dari air mani.
Sebetapa teganya manusia.
Sebetapa teganya manusia mengucilkan di hayalak ramai.
Sebetapa teganya manusia mencibiri manusia lain yang dimana sama" dari air mani.
Sebetapa teganya manusia.
kuliah.
Dimana langkah pertama yang gue tapaki setelah ini?
Mungkin ini pertanyaan bagi mahasiswa yang baru keluar dari kampus sebagai sarjana.
Mungkin ini pertanyaan bagi mahasiswa yang baru keluar dari kampus sebagai sarjana.
Iya, biasa.
Kemana? Celebrate?
Bersantai seperti baru saja keluar dari neraka yang berisikan orang" pintar yang menyusahkan?
Hura" tak henti membiarkan tubuh membawa kenyamanan?
Kemana?
Menapaki tempat yang seharusnya?
Mencari kertas" berharga bernamakan uang?
Kemana?
Cari! Ngapa nanya mulu!
.....
Kemana? Celebrate?
Bersantai seperti baru saja keluar dari neraka yang berisikan orang" pintar yang menyusahkan?
Hura" tak henti membiarkan tubuh membawa kenyamanan?
Kemana?
Menapaki tempat yang seharusnya?
Mencari kertas" berharga bernamakan uang?
Kemana?
Cari! Ngapa nanya mulu!
.....
Nyaman. Its the real enemy.
Tubuh sudah merasa nyaman, berada di tekanan arus yang sudah terlanjur berjalan.
Tangan terasa sudah terbiasa menadah tanpa harus berdarah ataupun berkeringat.
Benar?
Jangan bertanya! Jawab!
Tubuh sudah merasa nyaman, berada di tekanan arus yang sudah terlanjur berjalan.
Tangan terasa sudah terbiasa menadah tanpa harus berdarah ataupun berkeringat.
Benar?
Jangan bertanya! Jawab!
Bingung, mungkin ini jawabannya.
Melangkah di bayang" semu,
Tertiup ketakukan terdorong akan kenyamanan.
Melangkah di bayang" semu,
Tertiup ketakukan terdorong akan kenyamanan.
untuk problem solved permasalahan di atas, orang tua.
gue takut berada di luar ekspektasi dia buat gue.
dimana dia mau nya ini, dan ego menjawab ini.
iya, iya gue tau, mana ada orang tua jahat gitu, minta feed back ke kita.
seenggaknya kita merasakan apa yang ia inginkan.
dia aja ngasih kita game bot dulu, padahal harus ada yang lebih penting di beli.
nah gimana?
nah lu aja nanya? gimana orang?
ngarti?
mohon maaf.. tujuan tulisan ini bukan mendapatkan jawaban,
tetapi menghandirkan pertanyaan. karena tanpa ada nya pertanyaan.
jawaban tidak akan tercipta. cihuy.
namanya juga idup, harus ada pertanyaan.
namanya juga idup, harus ada pertanyaan.
iyalah kalo lu udah di akherat mana ada sinyal wifi, samsul!.
iya iya, namanya juga orang bisanya comment,
iyalah kalo lu bukan orang mana ada sinyal wifi, samsul!.
iyalah kalo lu bukan orang mana ada sinyal wifi, samsul!.
ngape wifi mulu biji!
kaga ada kuota samsul!
sekali lagi. mohon maaf.