Bahagia?
Terkadang kalimat itu adalah kalimat tabu..
Terkadang kalimat itu adalah kalimat tabu..
yang tak patut di perbincangkan,
iya..
sering kali terlihat, terdengar, dan terasakan
kenapa kebahagiaan tidak pernah datang?
yang ada hanya kesedihan..
kesedihan..
dimana kebahagiaan? Dimana?
beban hidup semakin mencekik erat..
tertawa?
bagaimana bisa tertawa.. aku di cekik,
jangankan tertawa, untuk menangis pun harus ada perih yang di korbankan. ...
Seperti kebahagiaan, keceriaan.
hanya mencapai pintu gerbang saja,
Jangankan masuk ke pintu kamar,
Pintu yang paling depan pun tidak.
Terlihat begitu rumit,
Terdengar begitu bising,
Terasa begitu resah.
kebahagiaan..
ya, mungkin itu adalah hal yang rumit untuk di bicarakan..
namun..
apalah arti kebahagiaan? Bila tidak ada pelukan dari kesedihan?
Apalah arti kebahagiaan? Bila tidak ada dekapan kepedihan?
bila tidak ada itu mungkin kebahagiaan tidak akan tercipta..
bagaimana tidak?
bagaimana kita bisa merasakan bahagia bila belum ada campur tangan kesedihan?
bagaimana kita bisa bahagia bila belum pernah merasakan menangis merintih perih diatas kesedihan?
Mungkin.. bagi sebagian orang
Akan melakukan apapun,
apapun..
untuk sekedar merasakan bahagia..
untuk sekedar menggapai kebahagiaan..
Untuk sekedar mencapai klimaks diatas kebahagiaan.
Menangis merintih bahagia.
HIDUP BAHAGIA.
kalimat diatas adalah kalimat yang sangat biasa, tanpa ada kosakata puitis di dalam nya,
Namun, terkadang itu adalah semua tujuan dari semua yang di lakukan, hidup bahagia..
Bahagia.
Jikalau kata penyair bodoh yang sedang di sapa keresahan.
apa aku harus meminum terus soda gembira?
agar aku terus tertawa,bahagia?
"Tertawa" mungkin itu yang dilakukan penyair bodoh setelah berkata seperti itu.
Terkadang hilang seketika tanpa sebab,
Terkadang datang tanpa satu pun pesan mendarat,
bahagia.
kita adalah manusia.
iya,
Manusia biasa. Melaju menjajah kehidupan diatas kertas. Berjudulkan Nama kita.
Melaju. Menjajah. Bersinggah. Belajar.
Disetiap dari ukiran pena yang bergerak..
Dari setiap tinta yang menempel, pada kertas yang bertahtatakan kehidupan.
Bila ada kesalahan.
Mau apa? hapus?
Tidak. Karena pena sudah terukir. Tinta sudah menempel dengan erat.
Apalagi bila sudah terukir cukup lama
Merobeknya? Apa kau mau menghilangkan semuanya? Tulisan yang ada di atas dan di bawah kesalahan tersebut?
Tidak..aku tidak akan melakukannya
Buka saja lembar berikutnya. Tulis dengan hati-hati jangan sampai salah, lagi.
hidup, bahagia.
Kebahagiaan?
bahagia adalah pilihan.
mau atau tidak nya engkau bahagia.
mau tidaknya kau merasakan bahagia.
itu adalah pilihan.
keluarlah.
Temui sahabat. Ceritakan.
Ceritakan keresahan, dia pasti akan menepuk pundak mu dan akan menghiburmu dengan semampunya dengan sebisanya.
Bila dia tidak melakukan itu, bukan berarti ia bukan sahabatmu,
tapi mungkin iya tidak perduli. Biarkan saja.
Pilihan..
Apa yang kita cari, apa yang di tempuh.
let take a choice, or choice take you.
Sorrow haunts.
kita akan selalu di ikuti kesedihan.
entah apapun itu.
jadi. Berbahagialah.
Semampunya,Sebisanya.Sebahagianya.
nikmati hidup ini.