Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Kamis, 30 Juli 2015

Kebahagiaan?

Bahagia?
Terkadang kalimat itu adalah kalimat tabu.. 
yang tak patut di perbincangkan,
iya..

sering kali terlihat, terdengar, dan terasakan
kenapa kebahagiaan tidak pernah datang?
yang ada hanya kesedihan.. 
kesedihan..
dimana kebahagiaan? Dimana?
beban hidup semakin mencekik erat.. 
tertawa? 
bagaimana bisa tertawa.. aku di cekik,
jangankan tertawa, untuk menangis pun harus ada perih yang di korbankan. ...

Seperti kebahagiaan, keceriaan.
hanya mencapai pintu gerbang saja,
Jangankan masuk ke pintu kamar,
Pintu yang paling depan pun tidak.

Terlihat begitu rumit,
Terdengar begitu bising,
Terasa begitu resah.

kebahagiaan..
ya, mungkin itu adalah hal yang rumit untuk di bicarakan..
namun.. 
apalah arti kebahagiaan? Bila tidak ada pelukan dari kesedihan? 
Apalah arti kebahagiaan? Bila tidak ada dekapan kepedihan?
bila tidak ada itu mungkin kebahagiaan tidak akan tercipta..
bagaimana tidak?
bagaimana kita bisa merasakan bahagia bila belum ada campur tangan kesedihan?
bagaimana kita bisa bahagia bila belum pernah merasakan menangis merintih perih diatas kesedihan?

Mungkin.. bagi sebagian orang
Akan melakukan  apapun, 
apapun..
untuk sekedar merasakan bahagia..
untuk sekedar  menggapai kebahagiaan..
Untuk sekedar mencapai klimaks diatas kebahagiaan.
Menangis merintih bahagia.

HIDUP BAHAGIA.
kalimat diatas adalah kalimat yang sangat biasa, tanpa ada kosakata puitis di dalam nya,
Namun, terkadang itu adalah semua tujuan dari semua yang di lakukan, hidup bahagia..
Bahagia.

Jikalau kata penyair bodoh yang sedang di sapa keresahan.
apa aku harus meminum terus soda gembira?
agar aku terus tertawa,bahagia?
"Tertawa" mungkin itu yang dilakukan penyair bodoh setelah berkata seperti itu.

Terkadang hilang seketika tanpa sebab,
Terkadang datang tanpa satu pun pesan mendarat,
bahagia.

kita adalah manusia.
iya,
Manusia biasa. Melaju menjajah kehidupan diatas kertas. Berjudulkan Nama kita.
Melaju. Menjajah. Bersinggah. Belajar. 
Disetiap dari ukiran pena yang bergerak..
Dari setiap tinta yang menempel, pada kertas yang bertahtatakan kehidupan.

Bila ada kesalahan.
Mau apa? hapus? 
Tidak. Karena pena sudah terukir. Tinta sudah menempel dengan erat.
Apalagi bila sudah terukir cukup lama
Merobeknya? Apa kau mau menghilangkan semuanya? Tulisan yang ada di atas dan di bawah kesalahan tersebut? 
Tidak..aku tidak akan melakukannya
Buka saja lembar berikutnya. Tulis dengan hati-hati jangan sampai salah, lagi.
hidup, bahagia. 

Kebahagiaan?
bahagia adalah pilihan.
mau atau tidak nya engkau bahagia.
mau tidaknya kau merasakan bahagia.
itu adalah pilihan.

keluarlah.
Temui sahabat. Ceritakan. 
Ceritakan keresahan, dia pasti akan menepuk pundak mu dan akan menghiburmu dengan semampunya dengan sebisanya. 
Bila dia tidak melakukan itu, bukan berarti ia bukan sahabatmu, 
tapi mungkin iya tidak perduli. Biarkan saja. 

Pilihan..
Apa yang kita cari, apa yang di tempuh.
let take a choice, or choice take you.

Sorrow haunts.
kita akan selalu di ikuti kesedihan.
entah apapun itu.
jadi. Berbahagialah.
Semampunya,Sebisanya.Sebahagianya.
nikmati hidup ini.



Jumat, 03 Juli 2015

Vrijeman.

Ngutip lagu band indie "sore"
Salah satu band fav.
yang membuat hidup ini mendayu-dayu.
yang kadang menggebu, tak tertahahan.

Vrijeman.
Hidup bebas..
Tau aturan..
Tau batasan..
Dan berbahagia.. 

Vrijeman, walaupun secara arti  "preman".
Namun bukan berarti hidup menggila, membodoh, tak tau diri.
Bukan..

hidup bebas.. bukan berarti menjadi bodoh.. terdiam, menjadi pecundang..
tidak.. 
bodoh,

Bebas,
Bebas melangkah atas kehendak akal dan nurani, 
berjalan atas kemauan bukan atas bisikan bising dari teriakan dunia yang kian menggila.
Hidup diatas kaki sendiri, bukan diatas kaki orang lain, oh tidak, bahkan di kepala orang lain.
Dunia kian menggila, terserah kau mau ikuti atau tidak, lihat saja,
Tamak,angkuh,apatis,serakah,gila. 

Bebas? Bukan berarti menyombong tak tahu diri. Bukan.
Tatapan angkuh tak berguna diatas hidup bebas
hah! Kita hidup saja berawal dari air mani!
Sama! Tatapan angkuh tak berguna, buang itu!
bebas se bebasnya. Berfikirlah bagaimana kebebasan menurut akal,nurani dan tentu peraturan, somos libres!

Hidup, sudah terasa sulit. 
setelah masa depan tergenggam,
masalalu tergenggam di tangan yang satu nya lagi.
semakin hari semakin berat.
kian memberat tak tertahan.
iya,
Bebas, lari? Menari? Diam? 
Bebas!
it's youre life, do what you do.
percaya saja, hidup akan baik-baik saja,
Walaupun harus bermunafik pada hati.

Oh lihat! keresahan, terlihat dari padang bernamakan kehidupan,
Kian hari semakin datang berlari menggila dengan kapak palu parang ditangannya.
Gila,berlari dengan tatapan bengis seperti ingin menerkam,membunuh,menghasut.
Gila. Bagaimana? 
Kau biarkan saja kau di pukul, di tusuk, di bunuh, oleh keresahan?
Kenapa kau tidak lawan? Atau lari? 
Pengecut!

Jika kau mau "hidup" sekedar hidup,
Silahkan, 
jika kau menua, jangan salahkan kau yang masih muda,jangan. 
Jangan salahkan siapapun.
salahkan saja para penyair yang membuatmu meracau,melayang,terdiam. 
Sikat saja dia, hajar! Hahaha 
Sudahlah, Jangan sesali jalan yang sudah di ambil. Lagi pula kau mau apa? 
Pergi ke jepang mencari doraemon? Dan meminjam pemutar waktu? Kau gila?

bebas, kebebasan.
entah mengapa ingin sekali ingin mengatakan tentang kebebasan, karena mungkin ini adalah keindahan. Iya.
Berjalan kemana kaki ingin melangkah. 
Berteriak kapanpun hati ingin berteriak.
bebas.
Kemana? Berjalan ke ketinggian hingga sampai di lembah bermandikan bunga edelweis? Atau berjalan menyusuri daratan hingga pantai?
kemana? Menyusuri tiap titik impian? Bebas.

Baiklah.
Bebas se bebasnya.
jalan! Lari! Menari! Bernyanyi! 
Life is short. 
Tapi jangan kau lupakan aturan, 
dan jangan kau lupakan kehidupan setelah mati. 
Menjadi bebas lah dan tetap lah kau bersinar di mata tuhan.
vrijeman!