Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Minggu, 04 September 2016

Biru.

Isarat mata memiliki peran.
Perlahan mengerti dan memang mengerti.
Dikala melihat wajah, jiwa-jiwa tak berjiwa.
Suatu keindahan dibalik kemurungan.
putih dibalik hitam. 

Dari sana mungkin menjadi jawaban, sekaligus pertanyaan.
Ternyata benar. Sendu,pilu,biru memiliki tempat.
Wajah-wajah jujur tidak ber ego.
Sengaja ia tidak sembunyikan, agar hati tidak tambah pilu.
membiarkan hati merebah di hampar padang ilalang menguning.
membiarkan hati, berteriak hingga menangis.

.... 
Bagai pisau bermata 10, 
Dari beberapa sisi sedikit menyerang.
Membenamkan diri, di dalam renungan para jiwa-jiwa berwajah murung. 

Jiwa, yang Menanti jawaban di ujung harap. 
Tentang apapun itu, ini begitu dipenuhi kebiruan. Keabstrakan tidak berujung.

Terdengar kesah, terlihat ikhlas.
Terkadang teriakkan permintaan tolong tersirat. Iya, lihat lah itu.
Mata berkaca,mulut bergumam. 
Kerut-kerut di wajah semakin menampangkan dirinya bersamaan kekosongan. 

Paradoks tak berujung, dalam dan gelap.
Yang membawa tanya tidak terjawab.
......

Terkadang bertanya, kepada cermin, kepada mereka (alter ego),
yang mengisi di tiap sela-sela diri.
Tentang apa semua ini? Buat apa semua ini? 
Dan terkadang, mereka berkelahi hingga berdarah. Padahal cuman tanya yang mereka tanyakan. Tanya menjadi seru. ?/! .

Biru,
Membenamkan semakin dalam.
Masuk ke lebih dalam jiwa-jiwa murung.
Seraya meraba titik, tanya ataupun resah.
Mencari inti, kenapa ia memasang wajah ini. 
Mungkin ada jawab, yang bisa menjawab pertanyaan yang sama. 

Biru, yang menjadi topik.
Bersamaan dengan pelik, 
Yang mengisi di tiap terik.
Dan memusat. "Masalah ini, persoalan ini,bagaimana nanti, ..... "
..... 

Mencampai puncak dalam beberapa titik.
Biru, 
Entah tentang apapun itu.
Entah siapapun itu.
Kebiruan para pencari limbah plastik,
Penjualan jajakan bermacam rupa.
Persoalan kampung halaman, ataupun polemik tentang makan ataupun kasur.

Biru, yang membiru.
Melebam, bertempat entah dimana.
Yang cukup terasa, mengisi di tiap jejak.
Haru,biru.


.....