Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Jumat, 24 April 2015

Kabut..

kabut turun serentak di jalan setapak..
tatapan penuh harapan terlihat dari seseorang yang semakin erat menggenggam tangan..
genggaman tangan yang seakan mengatakan..
"Bawa aku ke tujuan jangan sampai tersesat.."

dijalan setapak..
yang diiringi kabut tipis..
dihiasi rindangnya pepohonan hutan..

Aku telah berkata di bawah sana..
"Kau adalah tanggung jawab..
Kau adalah alasan.. alasan untuk mencapai tujuan..
Aku akan membawa mu..
Sampai kesana..

Katakan jika kau kedinginan..
Katakan jika kau lelah..
Katakan jika kau lapar..
Aku tak akan membiarkan kau menangis kelelahan..
Buatlah perjalanan ini indah jangan di bebani..

"Kita akan membuat momen yang tidak terlupakan..
Walaupun kita tidak tau akan bersama atau tidak..
Namun.. cobalah untuk tidak melupakan hari ini.."

Hamparan awan menyambut dengan penuh pelukan..
Kilatan cahaya senja menghiasi wajah mu..
"berkata dalam hati..
You're an angell..
Andaikan saja.. 
aku bisa membuat semua hal semauku..
Akan ku buat dirimu mencintaiku..
Dan kita akan Membuat aksara cinta tanpa jeda."

Tangan itu mengenggam lagi..
Senyuman ceria.. mengatakan terima kasih telah membawaku di dalam keindahan karya tuhan yang begitu indah indah nan indah ini.. terima kasih..

Selesai mengisi perut..
Sisa" tenaga terkucur untuk membangun sebuah tenda beralaskan matras tipis..
Tangan itu mengenggam lagi..
Sambil mengatakan.. tolong jaga aku.. agar aku bisa terlelap dan bermimpi indah di bawah perlindungan mu..
Senyuman manis itu lagi di selipinya..

Malam yang begitu indah..

Suasana malam yang teduh selepas kabut menyergap..
Hamparan bintang seraya ingin di genggam..
Cahaya bersilauan menghiasi malam indah yang gelap..

Tangan itu memegang pundak seraya mengagetkan..

Dan berkata..

Awesome.. mengapa kau tidak membangunkan ku dimalam yang indah seperti ini?
Sangat indah... sangat.. iiinndahh..
Tangan itu mengenggam lagi dengan erat..
Dan kepala itu jatuh perlahan menyentuh pundak..
Sambil berkata terima kasih sekali lagi..
Dan menghiasi malam dengan canda..
Dengan cerita..
cerita tentang kesenduan kehidupan..
cerita tentang kepedihan kehidupan..
andaikan saja.. orang yang sering kali kau ceritakan adalah aku.. 
tidak akan ku biarkan kau tertatih menangis berdiri diatas kesenduan.. 
Andaikan.. 

Sinar mentari sudah menampakan wujudnya..
Hamparan awan membentang layaknya lautan tak berujung..
Doa semakin berteriak keras di atas bentangan awan..
Semoga angin membawa nya dan memberitahukannya kepada dia pujaan hati..
Iya dia..
Seseorang yang sedang berada di tatapan ini..
seseorang yang telah meracuni pikiran dan hati ini..
seseorang yang telah lama.. iya.. yang telah lama ada di hati ini.. 
tertelan malu dan tidak ingin merusak..
entah..
hanya jatuh cinta kepada ciptaan yang maha kuasa ini..
hanya jatuh cinta.. kepada cinta yang telah lama saling mengenal..
dan tidak ingin kehilangan cinta ini..

turun.. 
menuruni jalan setapak..
jalan beriringan beriringan dengan cerita yang pernah di lewati berdua..
dengan tawa.. dengan canda.. 
senyum itu.. 
.... 

kau.. 
kau adalah cahaya dari keindahan senja.. 
yang tenang dan indah..
kau.. adalah kabut tipis.. biasa.. namun di dalamnya terdapat keindahan yang tersembunyi..
mungkin kita akan bersama nanti..
namun.. yang penting saat ini kita bahagia..
dan engkau memberikan senyum termanis mu itu..

kita adalah kisah.. sepenggal kisah sendu didalam kehidupan.. 
kita adalah sama.. sama" manusia yang sering berada di kesedihan..  yang dekat dengan kesenduan.. yang akrab dengan kepedihan..
iya.. kita..