Masih kah kau disana?
terpuruk dalam untaian kisah cinta masalalu?
masih disana?
cinta?
Kita pernah di kecewakan..
Oleh masalalu..
Iya masalalu...
Oleh masalalu..
Iya masalalu...
Yang dahulu..
Sering Mencanangkan masa depan indah..
Kata" yang sangat indah..
Dan kata" cinta yang sering kali terucap..
Masalalu..
Kita sama" pernah merasakan itu..
Itu sudah cukup lama bagiku..
begitu lama..
sangat lama..
begitu lama..
sangat lama..
Maka dari itu..
Aku telah berfikir untuk membuka kembali..
Aku telah berfikir untuk membuka kembali..
Sesuatu hal yang memang seharusnya tidak untuk diratapi..
Aku tidak tau kapan kau merasakan masalalu itu..
Yang aku tau..
kita sama..
kita adalah sisa - sisa kesenduan masalalu..
Aku mencoba untuk memberitahukan padamu..
"Cinta.. kesenduan itu..
Masalalu..
"Cinta.. kesenduan itu..
Masalalu..
mengapa engkau tidak ingin melupakannya?
Mengapa kau masih takut padanya?
Mengapa engkau masih enggan membuka hati?
Mengapa kau masih takut padanya?
Mengapa engkau masih enggan membuka hati?
Peganglah tanganku ini..
Yang sudah aku biarkan terbuka..
Untuk kau genggam..
Dan akan ku bawa kau kedalam sebuah cinta yang indah..
Tanpa kesenduan.."
Iya..
genggamlah tanganku dan akan ku bawa kau sejauh mungkin..
sejauh mungkin.. dari masalalu..
Cinta..
Aku akan mencoba membawa mu kedalam kebahagiaan..
Iya.. mungkin akan menjadi kebahagiaan yang abadi..
mungkin..
Takdir ada di tangan kita masing"..
Iya.. mungkin akan menjadi kebahagiaan yang abadi..
mungkin..
Takdir ada di tangan kita masing"..
aku telah menguntaikan kata" cinta untukmu..
aku telah memikirkan bagaimana kita nanti..
aku telah melakukan semuanya..
hanya saja aku tinggal menunggumu menggenggam tangan ku yang sudah terbuka cukup lama ini..
menunggu mu..
melupakan masalalu..
kita adalah serpihan.. reruntuhan.. kisah sendu..
yang dihancurkan oleh seseorang yang membangunnya saat itu..
namun bangunan itu hancur..
menjadi serpihan dan reruntuhan..
dikarenakan kekecewaan dan penghianatan..
Ada dua cara..
menunggu..
menunggu seseorang membangunnya kembali..
atau mencoba membangun reruntuhan itu sendiri..
iya..
Aku sudah melakukannya..
aku sudah mencoba membangunnya menjadi bangunan yang lebih indah daripada saat itu..
yang aku niatkan untuk ditempati oleh mu..
aku mencoba membangun reruntuhan mu..
namun engkau enggan memberi celah..
engkau enggan membiarkan aku memegang sedikit saja reruntuhan itu..
apakah itu terlalu indah.. cinta?
sehingga engkau tidak ingin aku membangunnya.. bahkan merapihkannya..
cinta..
itu terlalu indah?
sehingga membiarkan reruntuhan itu berserakan dan penuh airmata..
cinta?
aku telah menyiapkan tangan ini untuk membangun reruntuhan hati mu..
walau tanganku sudah dipenuhi darah dan tangis disaat membangun kembali reruntuhan hati ini..
Apakah kita akan bersama?
Cinta?
Aku telah berusaha semampunya dan sebisanya..
Dan jika memang tidak bisa..
atau memang tidak di takdirkan..
Aku tidak akan naif..
aku tidak akan memaksakan..
Biarlah kisah ini menjadi sebuah pencapaian..
Tidak ada sesal dan amarah..
Tetaplah jaga serpihan dan reruntuhan itu..
Sampai nanti kau menyerah dan menghentikan tangisan itu..
cinta..
kita adalah sama..
kisah sendu yang tersisa dari masalalu..
Kisah sendu..
untaian kisah sedih yang terbalut rasa takut..
serpihan masalalu yang menyangkut..
reruntuhan kisah yang tidak bisa hilang di benak..
Kisah sendu..
jangan biarkan..
jangan biarkan kesenduan itu menghentikan langkah mu..
kita adalah manusia..
yang tak bisa terlepas dari kisah sedih..
kita adalah manusia yang tidak terlepas dari masalalu..
masalalu adalah pelajaran..
bukan untuk diratapi..
apalagi di tangisi...
Walaupun kisah itu dahulu begitu indah..
Ya.. dahulu..
Kita adalah sisa-sisa kepedihan..
kita adalah sisa-sisa reruntuhan kasih sayang..
Kita adalah sisa-sisa kesenduan..
masalalu..
kita adalah sisa-sisa kesenduan masalalu..