Adakah hal yang lebih mesra dibandingkan membicarakan keresahan?

Sabtu, 09 April 2022

Lengah, 26.

Aku Lengah.
pada kenyataan yang terjadi sebenarnya.
sebuah keadaan yang telah banyak terjadi,
namun aku masih saja meniadakan hal tersebut.
Aku Lengah.
pada ego dan kecilnya diri pada sebuah situasi

bermaksud tanpa pamrih, berjudul berserah pada Yang Maha Kuasa
namun keadaan berbalut kenyataan yang menyatakan.
Lengah, karena pengalaman yang belum pernah dirasa.
Lengah, karena waktu yang terasa akan cukup.
Lengah, akan manusia yang memang pada dasarnya "manusia".

26,
Waktu kian menggila membuat lengah.
Lihat, beberapa tahun lalu
26 masih menjadi 23,22 ataupun 21
Dan akan menjadi 60 beberapa tahun lagi.
Ya beberapa tahun lagi akan menjadi 60.
365 dikali 26, waktu yang sebentar untuk yang bersama, waktu yang lama untuk yang tidak bersama.

Omong kosong yang terlalu kosong hingga mendasar.
Sudah melakukan apa saja diri atas waktu yang hilang?
Keberhasilan dan kegagalan 
Terkalkulasi bukan berdasarkan banyak, namun "latest" yang menjadi acuan,
Yang dijadikan statement atas "present".

Keberhasilan dan kegagalan
Mungkin kebanyakan orang hanya membicarakan hal ini, ya tentu ada beberapa orang juga membicarakan tentang "proccess" tak tahu mana yang paling  banyak, tapi ada.
Yang terakhir kau lakukan, adalah dirimu.
Titik hitam diatas kertas abu-abu,
Abu-abu yang samar, di tambahi tanda hitam yang pekat (kegagalan).

Atas kehendak Yang Maha Segalanya,
Diri tak dapat berkehendak, jika tidak di Kehendaki.
Hanya mendapatkan tersedak, ketika menelan secara cepat tanpa bernafas.
Bermain dengan kehendak, terdengar tidak enak didengar, apalagi dengan Yang Maha Berkehendak.

Apa Titik terang atas ini semua?
Tentang Siapa,Apa,dan Bagaimana diri menghadapi "future" dengan pengalaman 365 dikali 26.
Berhadapan dengan detik,menit, dan jam dengan belajar dari 9.490 hari yang telah terlewati.
Seharusnya 9.490 hari kedepan atau lebih dapat terlewati dengan mudah? Benarkah? Seharusnya?? 
..... 


Drop quotes from the last 9.490 days.
-belajarlah dari kegagalan orang lain
-jangan bergerak jika tidak ada korban
-dengarkan dan ikuti jangan improvisasi
-utamakan yang dekat, lupakan yang tidak.
-ketahui "enemy" dan jangan hiraukan.
-etc

"Negative" "things" in every increase age,
How funny things life is.
Funny? Ya, how do dad or old people say to bein good, to every "things" for those who breathe and those who do not.
Let's laugh at this lesson which is unacceptable in life.

Senin, 17 Januari 2022

Madman

Tahun yang berat.
aku tak menyangka aku masih hidup.
tapi tetap menanyakan maksud dari semua.

tahun-tahun yang congkak,
seperti judul tulisan ini.
madman, laki-laki gusar, laki-laki pemarah, laki-laki tidak sabaran, laki-laki gila.
seharusnya tidak jamak, namun frasa definisi dari bahasa inggris ke indonesia memang membingungkan, mungkin seharusnya seperti ini "lelaki gila".

2 tahun yang kelam,
hati yang sedang mengobati, diri yang mencuri,mencari,mencaci pelarian atas pengobatan "hati" dengan niat pengobatan alternatif, tak disangka menjadi dasar berubahnya jati diri.

oh, sebelum masuk ke bait selanjutnya, terbesit satu pertanyaan, apakah "pengobatan" yang menjadikan dasar itu semua? atau diri hanya mencari "victim"? atas semua yang sudah terjadi ini?
ah.. aku tidak menemukan jawabannya, atau aku sembunyikan?

2 tahun ini,
rentetan kejadian terjadi silih berganti.
aku tidak tahu kenapa, atau.. sebetulnya aku tahu tapi aku memilih diam dan tidak menceritakannya?
mulai dari menemukan kolega yang salah, membiarkan sesuatu terjadi, berbuat suatu hal yang tidak disukai, hingga membuat sahabat menjadi benci.

ada bagian yang terlupa,
apakah ini semua karena waktu yang terasa begitu cepat?
sehingga diri mengurangi untuk menyimak,mendengar,merasa,dan belajar?
aku sempat memikirkan itu lama, lama sekali.
sedari teman yang mengatakan bahwa, diri yang dikenal sudah berbeda, dan dia tidak tahu akhirnya perbedaan ini baik atau buruk.
hahahah external view memang sangat menarik, dan menyusahkan karena menjadi beban pikiran.


madman,
si lelaki gila nan nekat,
entah optimisme atau menggaungkan kekuatan harapan yang besar atas ikhtiar yang dipegang, sehingga meniadakan hasil yang minor bahkan fatal.
atau, berdasarkan resume perjalanan karir yang sangat "aman" dan "menghasilkan" yang membuat itu berjalan.
ya mungkin saja, mungkin..

hahahahah, makin banyak saja retorika yang dibuat diri untuk membuat suatu pembelaan, ah mungkin bukan "suatu" lagi, namun banyak pembelaan.

lelaki gila sudah diambang sesal,kesal,dan sedih atas semua yang terjadi.
pesan-pesan terakhir menjadi senjata melarikan diri.
entah sudah berapa kali ia mencoba melarikan diri, sambil menangis, sambil berteriak, sambil menyerah dan berpasrah.

namun,
lelaki gila sekarang kebingungan,
atas dasar permintaanya,
Tuhan tidak memberikan jalan, bahkan permintaan itu bersifat yang tidak menguntungkan sekali pun.
lihat, bagaimana Tuhan memberikan pesan.
kau selamat.
dari situasi dan keadaan ajaib, kau bisa selamat.
seperti berada di suatu komunikasi "private" kala itu.
harap dan permintaanya di jawab dengan langsung oleh Tuhan, bahwa KAU HARUS MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH.

gila,
bertambah gila lelaki gila itu,
bagaimana tidak, ia masih di beri kesempatan, atas permintaan yang seharusnya bentuk penghinaan atas hidup.
sehingga, melahirkan pertanyaan baru,
apa fungsi (ke halayak) lelaki gila itu pada kehidupan di dunia.

akhir dari cerita,
lelaki gila mencoba menarik ulang kebelakang, mereset sebuah hal yang memang harus di hilangkan.
di tambah harus menyelesaikan masalah yang ada dan terjadi.

Madman.
2019-2021.

Minggu, 14 Juli 2019

Elusif.

bagi ku kamu bukan patah hati terhebat, maupun terbaik.
entah, itu sama bagimu ataupun tidak.
karena, bagiku, kau tetap menjadi jatuh hati yang terbaik.
aku tidak meniadakan sepi nya kehilangan,
pilu'nya kesendirian.
aku hanya ingin, kau tenang, dalam pilihanmu.

tali,
yang sudah pernah kubahas,
memang benar adanya, berapa kalipun kita (manusia) mencoba,
berapa kalipun kita memaksakan untuk mengikat tali yang bukan seharusnya terikat,
mau apa?
perihal siapa yang salah dan benar akan menjadi di titik terbawah,
karena keberadaan tali tersebut.

berat tak berat,
bukanlah suatu yang harus di timbang.
berjarak,
bukanlah suatu yang harus di ukur.
semua itu tidak penting,
hanya menghasilkan sebuah ketiadaan kehidupan.

tanpa keberatan,
diri, membiarkan ketetapan berjalan pada jalan Yang Maha Mencipta.
kala itu, pada ego, terasa sudah cukup ikhtiar yang ada,
menyesal tidak menyesal ikhtiar cukup ataupun tidak
berada di titik teratas.
entah berpasrah ataupun menyerah,
entah siap ataupun tidak siap.
waktu akan terus berputar kekanan.

ahh, iya..
impian berkebun bersama, dan menghabiskan minuman favorit dipekarangan rumah memang tidak dapat dilalui denganmu.
dan, anehnya, perkataan perserikatan teman-teman bangsat memenuhi kepala.
"Lu keterlaluan dalam bertahan.
sampai kapan lu akan seperti itu.
bro, sudah, balik, balik.. 
berapa kali lagi?"
perkataan mereka menjadi suatu distorsi yang baru.
hingga diluar kendali kenegatifan diri mengikuti distori.
menelan menghancurkan semua bijaksana yang sudah tertulis sebelumnya.
"ah, andai saja, aku mendengar mereka"
memang perserikatan teman-teman bangsat ini terlalu jujur tanpa mengerti perasaan.
dan bukan untuk dihindari, mereka hanya ingin mengingatkan dan bermaksud baik.

aku sepakat,
perpisahan bukanlah hal menyenangkan.
dan tidak menyangkal,
jika, berjuang dekat dengan kegagalan ialah sebuah kemungkinan.
begitu naif, begitu naif.
sampai, akhir-akhir ini diri terlalu malu untuk berkaca.
karena makhluk dibalik cermin selalu mengumpat dengan memasang mukanya yang masam,
"hahahah makan itu perjuangan dan cintamu".
terlalu naif.

hidup akan terus berjalan,
begitupun dengan dirimu.
distorsi tentang "kita" di kepala kita masing-masing mungkin akan lenyap,
nama,kenangan, dan wajah kan lenyap,
dan mungkin saja akan hadir kembali ketika rindu datang.
mungkin, mungkin..
dan akan di isi dengan wajah baru yang telah  diberikan kesepakatan untuk mengisi itu semua.

ah.. iya..
aku teringat pertanyaan mu,
yang sering kali kau tanyakan kala itu.
mengapa, mengapa aku tidak bergerak atau meminta,
untuk tidak mencintaimu, dan pergi melupakan.
aku yang kurang lebih 1/4 windu tak berkuasa, atas "rasa" yang diberikan Yang Maha Kuasa,
yang tidak memiliki daya, akan mendeskripsikan alasan akan rasa yang ada.
yang ku tau dan kuyakinkan,
Allah, punya alasan dibalik ini semua,
memberikan rasa yang luas pada hati, untuk dirimu.

tentang bagaimana semua ini berakhir,
mungkin aku tidak akan jabarkan di coretan yang sangat berguna untuk ku ini,
catatan yang bekerja untuk mengingat ataupun mengulang,
semua alur fikiran dan rasa yang sempat ada di diri.
karena itu semua akan menganggu disuatu saat, tentang sakitnya diri kita.
tidak, tidak akan terlalu dibarkan, tentang bagaimana semua ini berakhir,
karena, aku takut, kita akan bersedih kembali di kemudian hari.

tidak perlu cemas tentang diriku,
semua akan baik-baik saja, baik diri ataupun dirimu.
ya.. semua kan baik-baik saja..
seperti yang sudah-sudah,
semua baik-baik saja.


29 juni 2019.